Aku, Internet, dan Shopback

Internet sudah menjadi bagian dari kehidupan gw. Setiap hari gw gak bisa lepas dari yang namanya internet. Internet tak hanya sekedar untuk update status di sosial media, akan tetapi bagi gw internet sebagai alat interaksi antara gw dengan orang-orang yang ada disekitar gw. Apalagi gw sebagai seorang mahasiswa, sumber tugasnya itu kebanyakan dari internet dan seandainya tidak ada internet, mungkin gw bakalan susah untuk mendapatkan bahan tugas kuliah dan juga gw bakal kesulitan dalam mendapatkan informasi terbaru tentang kuliah dari teman-teman angkatan gw di kampus. Ditambah lagi hobby gw senang menulis di blog, mungkin blog ini gak bakalan ada, jika tidak ada yang namanya internet.


Berbicara soal internet, gw memiliki sebuah problem dengan internet. Setiap bulannya gw menghabiskan uang sebesar 150-200rb rupiah hanya untuk membeli kuota internet hp dan juga untuk modem. Gw mendapatkan uang saku dari orang tua hanya secukupnya untuk biaya gw sehari-hari seperti transportasi, makan, ngeprint untuk keperluan tugas di kampus. Gw jadi gak enak dengan orang tua gw, jika gw meminta uang bulanan lebih dengan mereka hanya karena membeli kuota internet.

Solusi yang tepat bagi gw yaitu berhemat, salah satunya berhemat untuk membeli kuota internet. Gw mencoba searching di internet, dan gw menemukan sebuah alat yang namanya SpeedUp Mifi M42 4G LTE di situs Tokopedia dengan harga 799rb. Mifi tsb Unclock ke semua operator dan Mifinya bisa berbagi internet ke Hp dan Pc. Selain itu bentuknya yang praktis sehingga bisa dibawa kemana-mana.


Seandainya gw bisa memiliki mifi tsb, mungkin gw hanya perlu membeli kuota untuk di mifi saja dan gw juga bisa menghemat pengeluaran gw untuk membeli kuota internet. Namun sayangnya masalahnya ada di uang, yaa gw belum bisa untuk membeli Mifi-nya, karena uang saku gw hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan gw selama sebulan. Gw hanya bisa berharap semoga ada orang baik seperti cerita di FTV yang mengirimkan sebuah paketan ke alamat gw, dimana isi dari paket tersebut adalah sebuah SpeedUp Mifi M42 4G LTE yang gw inginkan dari sejak dulu #AndaikanHidupSeindahCeritadiFTV

Ngomong-ngomong soal situs belanja online seperti Tokopedia. Dulu gw suka banget yang namanya berbelanja online seperti beli pakaian, case hp, dan juga buku. Pada saat itu gw mendapatkan cashback sampai 40% dengan menggunakan Shopback.

Shopback? Apaan tuh?

Shopback merupakan Situs Cashback No #1 di Indonesia. ShopBack memberikan cashback hingga 40% setiap kalian belanja di 140 e-commerce melalui Shopback seperti Tokopedia, Lazada, Groupon, ZALORA, Agoda, Tiket.com, UBER & masih banyak lagi. Selain itu Cashback bisa digabungkan dengan promo, diskon, kupon, dan kode voucher yang diberikan e-commerce dan juga Cashback yang didapat dari belanja di e-commerce via ShopBack bisa dicairkan ke rekening bank kalian sendiri.

Lalu? Bagaimana cara menggunakan Shopback?

Caranya gampang banget cuuyy, kalian bisa langsung tonton vidio cara menggunakan shopback di bawah ini


Gimana? Gampang kan? ^_^

**

Sekian tulisan gw kali ini, semoga bermanfaat dan sampai jumpa ditulisan gw yang selanjutnya ^_^



****

Sekolah vs Kuliah (Part 2)

Hmmmm….

Eniwei…

Di tulisan gue yang sebelumnya, gue sempat ngebahas soal Sekolah VS Kuliah (Part I). Di tulisan tersebut gue bercerita tentang pengalaman pertama gue sebagai Mahasiswa Baru yang baru menjadi zygot di kampusnya sendiri. Buat kalian yang belum baca ceritanya, kalian bisa langsung baca ceritanya DISINI.

Dan gue ngucapin terima kasih untuk teman-teman blogger semua (senior gue) yang sudah memberikan komentar positif dan motivasi kepada gue di tulisan gue yang sebelumnya. Semoga buat kalian yang di semester tua akhir di beri kelancaran ngerjain skripsinya dan secepatnya mendapatkan gelar sarjana,

Amiiiinnnn……

Oke sesuai dengan janji gue, ditulisan kali ini gue akan melanjutkan cerita ditulisan sebelumnya, yang gue beri judul Sekolah VS Kuliah (Part II)

Azzeeeekkkkk


Oke, di Part yang kedua ini, mungkin gue lebih banyak ngebahas soal kehidupan di kampus daripada di sekolah. Dan sekarang ketika gue menulis tulisan ini, gue sedang menikmati masa-masa indahnya liburan kuliah setelah UAS. Selama liburan semester, sementara ini gue bisa bernapas lebih lega sejenak karena bisa terbebas dari yang namanya tugas, laporan, revisi laporan, dan yang lainnya.

Oh iya, sedikit flashback tentang pengalaman UAS pertama gue beberapa minggu yang lalu di kampus, ternyata soal UAS di bangku kuliah lebih kejam daripada soal UAS di ketika kita duduk bangku SMA. Di SMA soal UAS-nya itu biasanya berbentuk pilihan ganda, jadi kalau misalnya kita gak tau jawabannya, kita bisa bertanya ke teman di sebelah kita dengan kode-kode unik, seperti misalnya jawaban nomor 1 yaitu b, maka kodenya itu jari tangan angka 2, jika jawabannya e, maka kodenya itu jari tangan angka 5. Seandainya ketahuan oleh pengawas, ya palingan cuman ditegor oleh pengawasnya. Dan semua itu berbeda banget ketika gue duduk di bangku kuliah, soal UAS-nya memang bisa dihitung dengan jari, palingan 2-3 soal dan soalnya itu biasanya berbentuk essay. Namun untuk jawabannya itu seperti pacar lo yang katanya sayang dengan lo yang katanya gak bisa hidup tanpa lo, namun pada suatu hari lo ngeliat pacar lo dengan mata kepala lo sendiri, dia lagi selingkuh dengan orang lain dan pada saat itu dia bergandengan tangan dengan selingkungannya menggunakan baju couple.

Nyesek gak?

Ya kira-kira seperti itulah…

Dan misalnya kita ketahuan nyontek oleh dosen ketika UAS, maka kelarlah hidup lo, menerima kenyataan pahit yaitu mendapatkan nilai E di mata kuliah sang dosen.

Ngomong-ngomong soal dosen, dulu gue dan teman-teman sekelas gue yang lainnya merasa pernah diphp-in oleh seorang dosen, sebut saja mata kuliahnya X. Waktu itu sebelum UTS matkul X, sang dosen memberikan beberapa soal kepada kami di dalam kelas, dan si dosen mengatakan bahwa soal UTS yang keluar nanti adalah seperti soal yang ia berikan dan dia berharap agar kami bisa menguasai soalnya dan materinya. Dengan semangatnya gue mengiyakan perintah dari sang dosen matkul X dan setelah pulang kuliah gue dengan beberapa teman sekelas gue yang lainnya membuat janji untuk belajar bersama di salah satu kosan teman gue.

Setelah kami belajar kelompok sampai jam 12 malam, gue pun merasa yakin bahwa gue sudah menguasai materi dan soal yang diberikan oleh dosen matkul X tadi. Dan pada keesokan harinya, UTS pun dimulai, waktu itu UTSnya digabung dengan kelas lain, gue pun tak sabar untuk mengerjakan soalnya, dan setelah soal dibagikan ternyata soal UTSnya itu sangat beda banget dengan materi yang diberikan oleh dosen matkul X pada hari sebelumnya. Gue sempat syok dan bingung mau ngejawab apa dengan soal tsb.

30 menit sebelum lembar jawaban dikumpulkan, si dosen matkul X tsb datang menghampiri bangku gue, dan dia melihat lembar jawaban gue yang penuh dengan tipe-x

“Kamu ngejawab soalnya kok seperti orang lagi galau” ujar sang dosen matkul X dengan lantang

Pada saat itu teman-teman gue yang lainnya yang sedang pura-pura mengerjakan soal UTS, melirik ke arah gue dengan ekspresi nyengir. Dan gue pun hanya bisa terdiam.

Setelah UTS matkul X berakhir, salah satu teman deket gue di kampus menghampiri gue

“Cieee yang lagi galau ngerjain soal UTS tadi, cieeee” ujar dia
“Kamprreeettt lu” balas gue

**

Mungkin sampai disini dulu cerita Ngenest gue sebagai mahasiswa baru di “Sekolah VS Kuliah (Part II). Dan sampai jumpa di tulisan gue yang selanjutnya :* #SalamSetengahJomblo



****

Sekolah vs Kuliah (Part 1)

Eniwei..

Menjadi Mahasiswa itu ternyata tidak seenak yang gue pikirkan dulu ketika gue duduk di bangku SMA. Dulu gue berfikir menjadi mahasiswa itu enak, karena kuliah menggunakan pakaian bebas (pakaian bebas yang sopan), waktu kuliahnya santai pergi pagi pulang jam 12 siang, dan tugas yang tidak terlalu banyak. Ternyata, yang gue pikirkan semua itu adalah salah, semua berbeda 180 derajat.


Menurut gue, suasana di SMA itu sangat berbeda banget di bangku perkuliahan. Di SMA ibaratnya kita selalu diberi suapan oleh guru, seperti ketika kita tidak masuk sekolah beberapa hari tanpa ada kabar dan berita, wali kelas langsung menghubungi orang tua kita untuk menanyakan kabar siswanya yang tidak masuk sekolah, lalu ketika nilai di salah satu bidang study di bawah KKM itu kita disuruh untuk remedial atau mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru bidang study bersangkutan. Sedangkan di bangku perkuliahan, kita diharuskan untuk mandiri. Ketika kita tidak masuk kuliah beberapa hari, dosennya gak mau tau, lalu pada saat salah satu nilai mata kuliah “E” itu harus mengulang di semester tahun depan atau mengambil SP (Semester Pendek) yang mengerluarkan biaya tambahan.

Setelah gue dinyatakan secara resmi menjadi Mahasiswa pada awal September 2016 yang lalu, banyak terjadi perubahan dalam diri gue sendiri, salah satunya yaitu ketika di SMA gue termasuk siswa yang santai dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, biasanya gue lebih suka mengerjakan tugas pada pagi hari di dalam kelas bersama-sama teman sekelas gue yang lainnya (mengerjakan PR berjamaah), namun setelah kuliah, semua terasa berbeda, setiap hari selalu ada tugas yang datang, dan itu pun mengerjakan tugasnya hingga jam 2-3 malam. Belum lagi ditambah dengan laporan pratikum dan Tugas Besar (salah satu syarat untuk mengikuti UAS, jika tugas besar tidak selesai, maka kita tidak boleh mengikuti UAS di mata kuliahnya) yang setiap kali harus direvisi. Terkadang, ketika ada deadline, gue hanya bisa tidur malam 3-4 jam karena paginya ada jam kuliah.

Yaa menjadi anak teknik, membuat gue harus merelakan yang namanya tidur siang, tidur malam 8 jam lebih, main sana-sini bersama teman-teman, main games online sepuasnya dan update blog setiap minggunya. Pernah waktu itu ketika zaman propti fakultas, salah satu dekan fakultas pernah mengatakan seperti ini kepada kami Mahasiswa Baru “Menjadi anak teknik itu tidur malamnya maksimal 4 jam, anak teknik itu tidak ada tidurnya lebih dari 8 jam kecuali dia ingin kuliah 7 tahun

“Busssyyyeeeettt and Jlleebbbbbbb” *pikir gue dalam hati*

Jujur, ini merupakan sebuah tantangan baru dalam hidup gue. Ingin rasanya gue menyerah, namun gue tidak mau menyia-nyiakan perjuangan dari kedua orang tua gue, gue gak mau membuat membuat mereka menjadi kecewa. Gue jadi teringat dengan kegalauan gue dulu sebelum masuk kuliah, pada saat itu gue sampai berdebat dengan papa gue karena perbedaan pendapat soal jurusan kuliah, ibaratnya seperti api melawan api yang tak pernah padam, kalian bisa baca CERITANYA DISINI.

Dan semenjak kuliah, gue juga harus merelakan yang namanya ngeblog. Gue tidak bisa seperti dahulu lagi, dimana update blog setiap sekali seminggu. Sekarang gue hanya bisa ngeblog sesempatnya, ketika dapat ide, gue luangkan semuanya melalui Ms. Word. Karena walau bagaimanapun, menulis tetap bagian dari hidup gue.

Mungkin banyak cerita suka dan dukanya lainnya tentang kehidupan di dunia kampus dan nantinya akan gue tulis step by step kepada kalian melalui blog ini. Seperti menghadapi Dosen dan Senior yang ……..

Ya begitulah….

Dan ditulisan kali ini, gue sama sekali tidak ada bermaksud untuk menakut-nakutkan kalian pembaca gue yang ingin masuk ke dunia perkuliahan. Disini gue hanya mengeluarkan unek-unek yang ada di dalam pikiran gue saat ini dan memberikan bayangan kepada adik-adik semua agar kalian siap untuk memasuki dunia perkuliahan dan lulus hingga sampai wisuda.

Amiinn……

Sebagai penutup dari tulisan ini, gue punya sebuah kalimat, mungkin diantara diantara kalian pernah mendengar kalimanya dan bagi gue kalimatnya jujur bikin gue jadi senyum-senyum sendiri.

“Ketika di SMA, pengen cepat-cepat lulus dan ingin segera Kuliah. Giliran udah kuliah, pengen balik ke SMA lagi”
**

Sekian tulisan gue kali ini “Sekolah vs Kuliah (PART 1) kali ini dan sampai jumpa ditulisan gue yang selanjutnya di PART ke 2 ^_^

****


Rahasia Menghilangkan Bau Apek Pada Helm

Pernah gak sih kalian memiliki sebuah helm lalu helm tsb mengeluarkan bau apek?

Banyak gue temukan masalah seperti itu dan termasuk gue sendiri. Bau apeknya itu tentunya menganggu diri gue sendiri, dan terkadang membuat gue menjadi gak pede untuk deket dengan orang lain setelah menggunakan helm yang berbau apek.

Helm merupakan alat pelindung kepala yang sangat penting dan wajib untuk digunakan ketika berkendara menggunakan sepeda motor. Dan juga helm yang digunakan harus sesuai dengan SNI. Apabila melanggarnya akan dikenakan pasal Pasal 291 UU No. 22/2009.

Lalu apa jadinya helm yang kita gunakan mengeluarkan bau apek?

Nah ditulisan kali ini, gue akan berbagai tips kepada kalian semua, bagaimana sih cara menghilangkan bau apek pada helm. Daripada kalian penasaran mending langsung cusss kuy.


**

Jadi beberapa hari yang lalu, gue pergi ke salah satu pusat toko helm yang ada di Bandar Lampung. Gue pergi kesana bermaksud untuk mengantarkan ibu gue yang ingin membeli sebuah helm baru. Sesampainya disana, ibu gue sibuk memilih helm yang akan dibeli dan sedangkan gue pada saat itu menghampiri si pemilik toko helm.

Gue : “Koh, disini ada jual parfum pewangi helm ga?”
Pemilik Toko : “Waah engga ada mas”
Gue : “Hmm… Cara untuk menghilangkan bau apek pada helm bagusnya gimana ya koh?”
Pemilik Toko : “Dijemur di cahaya matahari aja mas, atau lebih bagusnya kalau saya cuci sendiri, busa helmnya saya rendem di air bersih ditambah dengan sabun pencuci pakaian selama 1 jam, setelah itu lalu dibilas dengan air bersih, dan setelah dibilas lalu semprotkan helm dengan pewangi pakaian sampai merata kemudian helm tsb dijemur di cahaya matahari sampai  kering”

Gue pun terdiam sejenak lalu gue bertanya lagi ke si pemilik toko tsb.

Gue : “Kalau nyuci di tempat pencucian helm itu bagaimana koh?”
Pemilik Toko : “Nyuci di tempat pencucian helm malah bikin helm kita jadi cepat rusak mas, saya saranin sih lebih cuci sendiri. Saya aja gak pernah cuci helm di tempat pencucian helm, bukannya pelit mas, mencuci helm sendiri akan membuat helm kita lebih awet dari pada dicuci oleh orang lain. Terkadang mereka nyucinya malah asal-asalan”

Oh iya, ngomong-ngomong soal pencucian helm, jadi gue memiliki sebuah pengalaman. Dulu, ketika helm gue mengeluarkan bau apek, biasanya gue selalu membawa helm tsb ke tempat pencucian helm. Memang bau apeknya hilang, namun setelah seminggu kemudian bau apeknya dateng lagi. Dan lama kelamaan busa helm gue menjadi hancur dan mau gak mau terpaksa gue harus ganti ke helm yang baru.

**

Beberapa menit kemudian, ibu gue sudah menemukan helm yang akan ia beli dan membayar helmnya ke kasir dan gue juga tak lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada si pemilik toko helm tsb karena sudah memberikan tips yang sangat berharga bagi gue dan kalian yang membaca tulisan ini.

Setelah gue mendapatkan tips cara menghilangkan bau apek pada helm dari si koh pemilik toko helm, gue pun mempraktekkannya sendiri dirumah dan alhasil helm yang gue cuci ternyata wanginya lebih tahan lama sampai 1-2 bulan dibandingkan nyuci di tempat pencucian helm.

Di akhir tulisan ini, dapat  gue simpulkan bahwa, ketika helm yang kita gunakan mengeluarkan bau apek, lebih baik cuci sendiri seperti tips yang sudah gue kasih tau barusan daripada nyuci di tempat pencucian helm. Bukannya pelit karena gak mau mengeluarkan biaya untuk mencuci helm. Namun mencuci helm sendiri akan menjaga keawetan helm kita sendiri dibandingkan nyuci di tempat pencucian helm.

Gue berharap semoga tulisan ini bermanfaat untuk kalian semua dan tips ini bisa kalian praktekkan sendiri dirumah ^_^

****


Menaklukan Ombak di Pantai Lombok

Lombok sudah dikenal di mancanegara sebagai kawasan yang memiliki pantai-pantai yang indah. Namun tujuan kedatangan setiap wisatawan berbeda-beda, ada yang murni bersantai di tepi pantai dan melakukan petualangan wisata yang aman. Namun tidak sedikit wisatawan yang berkunjung ke Lombok demi untuk memacu adrenalin mereka.

Mayoritas para petualang ombak berkunjung ke Lombok untuk menaklukan ganasnya ombak-ombak di pantai Lombok. Akomodasi menuju Lombok yang tidak bisa dibilang dekat dari Jakarta tidak pernah jadi halangan.

Di zaman serba digital seperti saat ini segala kepentingan untuk melakukan perjalanan dapat dilakukan dengan mudah. Jika dahulu Anda harus menerka-nerka penginapan atau hotel mana yang paling pas untuk diri Anda, saat ini semua infonya bisa Anda peroleh dengan mudah. Anda bisa mendapatkannya  di berbagai situs Online Travel Agent, salah satu yang terpercaya adalah Traveloka.com.

Jika segala urusan yang berkaitan dengan perjalanan wisata Anda sudah lengkap dari jauh-jauh hari pasti akan sangat memudahkan.  Anda juga bisa lebih tenang menyiapkan segala keperluan perjalanan Anda.

Destinasi wisata dan berpetualang menaklukan ombak dapat Anda tentukan dari awal atau spontan saja, sesaat setelah Anda mendarat di bandara Internasional Lombok. Salah satu yang banyak direferensikan para pecinta surfing adalah Pantai Desert Point, atau biasa dikenal oleh masyarakat setempat dengan nama Bangko-Bangko.

Sumber Gambar : wannasurf.com

Desert Point dikenal dengan ombaknya yang ganas, bahkan masuk ke dalam 10 tempat surfing yang memiliki ombak terganas berada di peringkat ke 6. Peringkat tersebut berdasarkan penilaian dari International Surfing Association.

Desert Point sering disebut-sebut memiliki jenis ombak yang unik. Seperti, ombak yang membentuk dinding yang cekung sepanjang 300 meter, durasinya bisa bertahan antara 10 – 20 detik. Itu adalah salah satu jenis ombak yang paling ditunggu para peselancar kelas dunia. Ada juga ombak yang dikenal dengan sebutan lefthand, para peselancar hanya bisa meluncur ke sisi kiri untuk menaklukan jenis ombak tersebut.

Sebenarnya ada beberapa tips khusus untuk mengunjungi Dessert Point, agar para pecinta surfing dapat mendapatkan ombak-ombak terbaik yang diinginkan. Wisatawan disarankan untuk berkunjung sekitar bulan Mei sampai Oktober, ketika ombak pasang naik dan turun.

Kemasyhuran mengenai ganasnya ombak di Desert Point menyebabkan beberapa tahun terakhir sering diadakan perlombaan adu keberanian para peselancar. Hal ini menyebabkan banyak peselancar kelas dunia melakukan perjalanan ke sana, kendati akses menuju ke Desert Point dapat dikatakan tidak mudah.

Mereka bisa bertahan beberapa lama di penginapan-penginapan di sekitar pantai demi menantikan ombak terbaik. Ada kalanya lautan terlihat tenang, namun pada waktu-waktu tertentu ombak ganas bisa bertahan selama berjam-jam.

Untuk melakukan surfing di Desert Point Anda harus memiliki kondisi tubuh yang fit karena perjalanan menuju lokasi cukup memakan waktu dan energi.


Rute perjalanan menuju Desert Point bisa dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya dengan menaiki kapal Feri dari Bali menuju Pelabuhan Lembar. Jika sudah tiba di Pelabuhan Lembar, Anda masih harus melakukan perjalanan selama 2 jam. Umumnya perjalanan tersebut ditempuh dengan menggunakan travel atau pun kendaraan lain yang bisa disewa.

Sumber Gambar : Regional-kompas.com

Kondisi jalanan dari Labuhan Poh yang bebatu-batu, berkelok dan menanjak, penuh tantangan tidak pernah menyurutkan minat para penakluk ombak yang ingin memacu adrenalin mereka.

Perjalanan yang berat dan melelahkan menuju Desert Point akan terbayar sepadan dengan apa yang Anda akan dapatkan. Jika ombak ganas tidak langsung Anda temukan, masih banyak variasi wisata lain yang bisa Anda lakukan.

Setibanya di Desert Point, Anda akan disambut dengan pemandangan pantai yang berpasir putih. Tidak hanya memiliki pantai yang landai, Desert Point juga memiliki kawasan yang berbukit dan batuan alam yang kokoh.


Seperti halnya kawasan lain yang memiliki pantai yang indah, Desert Point juga memiliki pemandangan alam bawah laut yang tidak kalah indahnya dari tempat lain. Anda bisa menyelam atau snorkling, sambil menunggu waktu yang tepat untuk berselancar.

Sumber Gambar : desertpointlodges.com

Surfing di Desert Point, dengan keganansan ombaknya yang demikian memang disarankan hanya untuk mereka yang sudah memiliki berpenglaman/jam terbang tinggi. Namun, untuk menambah pengalaman Anda dalam olahraga yang penuh tantangan ini, tidak ada salahnya untuk mencoba, selama didampingi oleh instruktur profesional.


Yuk, segera siapkan jadwal menuju Pulau Lombok

Ibumu Bawel? Sudah Melakukan Yang Satu Ini?


Memilikki seorang ibu yang bawel memang terkadang sangat membosankan bagi setiap anak termasuk gue sendiri. Apalagi anaknya sudah dewasa tapi selalu dibawelin oleh ibunya sendiri.

Kamu lagi dimana?
Mainnya sama siapa?
Jangan pulang malem ya, nanti kena begal
Kamu kalau main sama temen jangan free sex ya
Kamu jangan menggunakan narkoba ya
Jauhin pergaulan bebas
Kamu gak boleh berduaan sama pacar, awas nanti zina

Daaann banyak lagi pertanyaan yang lainnya, pertanyaan yang menurut gue bawaannya jadi KZL KZL dan KZZZLLLLLLL *bukan korban iklan sebelah* Hehehe

Jadi pernah pada suatu hari ketika dulu gue duduk di bangku 3 SMA, dimana pada saat itu salah satu temen sekelas gue yang baru pulang umrah dari Mekkah, sebut saja namanya Asep. Si Asep mengajak gue serta kawan-kawan sekelas gue yang lainnya datang ke rumahnya untuk menyicipi oleh-oleh dari Mekkah seperti air zamzam dan kurma. Tanpa berpikir panjang gue pun mengiyakan ajakan dari si Asep.

Setelah pulang dari sekolah sekitar pukul 2 siang, gue bersama kawan sekelas gue yang lainnya langsung menuju ke rumah si Asep menggunakan motor.

Sesampainya dirumah Asep, kamipun di service oleh Asep dengan oleh-oleh dari Mekkah dan juga dia membagikan satu persatu kepada kami sebuah survernir gelang tangan dari Arab. Dan si Asep pun berbagai cerita kepada kami tentang perjalanannya selama umrah di Mekkah. Gue pun jadi pengen untuk bisa umrah bersama keluarga gue ke Mekkah, namun karena belum ada rezeki, semua itu hanya sebuah impian semata.

Doain gih supaya gue bersama keluarga bisa beribadah ke tanah suci Mekkah termasuk juga kamu yang membaca yang tulisan ini, iya kamu.. *sedikit maksa* hihihi

AMIIIIINNNNNNN…………

Karena asik berbincang dengan asep dan kawan-kawan gue yang lain, gue pun jadi lupa untuk izin dengan mama gue, biasanya ketika gue pulang telat kerumah, gue selalu izin dengan mama melalui sebuah pesan singkat, tapi karena kondisi hp gue pada saat itu sedang lowbat, jadi gue tidak izin dan gue berpikir “Ahh palingan mama gak bakalan khawatir dengan kondisi gue”.

Sorepun tiba, gue bersama kawan-kawan yang lainnya pamitan pulang dengan asep dan ibunya. Sesampainya dirumah, gue melihat mama dan nenek duduk diteras rumah dengan wajah yang kelihatannya yang sangat panik.

*nyokap menghampiri gue*

“Ya allah nak, kamu dari mana saja. Mama sudah khawatir dengan keadaan kamu”
“Maaf ma, tadi aku ke rumahnya asep karena dia bagi oleh-oleh pulang dari Umrah”
“Hp kamu kenapa mati? Dari tadi mama hubungi kamu susah banget masuknya. Biasanya kamu ngabarin ke mama kenapa sekarang engga?”
“Hp aku lowbat ma, jadi gak bisa ngabarin ke mama”
“Kalau kamu nanti ada apa-apa di jalan gimana? Kalau kamu lagi di jalan lalu di begal sama orang kenapa? Kan mama juga yang khawatir”
“Ya allah ma, aku ini udah gede loh ma, insyaallah aku bisa jaga diri, lagian juga sekarang masih sore kan ma”
“Walaupun kamu sekarang sudah gede, tapi dimata mama kamu itu masih kecil”

Pada saat itu gue hanya bisa terdiam dan gak tau harus ngomong apa lagi, karena kalau gue ngomong pasti bakalan gak ada habisnya. Setelah itu gue masuk ke dalam kamar lalu ngecas hp gue yang lowbat. Setelah hidup, gue mendapatkan banyak panggilan tak terjawab dari mama dan juga sebuah pesan dari wali kelas gue, dimana pesannya itu salkim alias salah kirim. Kira-kira beginilah isi pesannya.


Gue hanya bisa menggelengkan kepala dan menerima kenyataan pahit besok di sekolah.

Pada keesokan harinya, sesampainya gue disekolah, gue bertemu dengan wali kelas di dalam kelas. Kebetulan pada saat itu adalah pelajarannya yaitu Bahasa Indonesia. Karena sudah berasa seperti teman sendiri karena usia wali kelas gue masih muda, beliau menyindir gue soal kejadian kemaren di depan kawan-kawan gue sambil tertawa berbahak-bahak dan mereka pun menertawakan gue. Gue hanya bisa terdiam dan malu sendiri.

Tidak sampai disitu saja, ketika ada kerja kelompok setelah pulang sekolah, gue pun diledek oleh beberapa temen dekat gue

“Bi, udah pamit sama mama belum? Awas nanti dicariin lagi..wkwkwk”
“Anjiirr lo ya -_-“

Gue sadar bahwa ibu bawel karena tujuannya baik untuk anaknya. Sama seperti halnya cerita di Film “Me vs Mami”. Dimana di film tersebut menceritakan sebuah kisah seorang anak yang bernama Mira (Irish Bella) yang sering ribut dengan maminya Maudy (Cut Mini). Dimana maminya itu memiliki sifat yang menurut gue Super Double Bawel banget.


Film Me vs Mami saat ini sedang tayang di Bioskop Seluruh Indonesia sejak 20 Oktober 2016 yang lalu . Ketika pertama kali gue tonton trailer filmnya di yucub, gue jadi tertarik dengan filmnya, karena dari trailernya saja sudah kocak banget apalagi full filmnya. Kalian bisa baca synopsis Filmnya DISINI atau tonton trailer dari Filmnya di bawah ini.


Menurut gue film Me vs Mami adalah Film Indonesia paling bagus banget yang pernah gue tonton. Karena ada 2 alasan gue menyukai film ini. Yang pertama yaitu filmnya asli kocak banget, romantisnya dapet dan banyak pelajaran yang bisa gue ambil seperti arti dari tokoh seorang ibu kepada anaknya, dibalik seorang ibu yang Super Double Bawel dan alasan yang kedua yaitu karena di film ini lokasi syutingnya di kampung halaman gue sendiri yaitu Sumatera Barat, dimana banyak view-view indah dari wisatanya seperti Kelok 44, Danau Maninjau, Lembah Harau dan pesona di Jam Gadang. Dan gue sangat merekomendasikan film ini untuk kalian yang membaca tulisan ini.

Oh iya, buat kalian orang Minang yang sedang di rantau pasti bakalan kangen dengan suasana kampung halaman termasuk gue sendiri L #HestekLagiKangenKampungHalaman #TaragakJoKampuang

Tulisan ini murni dari testimoni gue sendiri tanpa adanya tulisan bayaran ataupun endorse atau kalian bisa membuktikan sendiri kekocakan dari filmnya :D xixixi


**
Kesimpulan gue dari tulisan ini adalah seorang ibu yang bawel itu tujuannya baik untuk anak-anaknya. Ibu bawel karena dia masih peduli dengan anak-anaknya. Ibu ingin yang terbaik untuk anak-anaknya agar suatu saat anaknya bisa menjadi orang sukses dan bisa berguna untuk semua orang. Buatlah ibumu bahagia sebelum semuanya terlambat dan buat ibumu yang sudah tidak ada, doakan semoga almh. Selalu diberi ketenangan di surganya Allah. Amiinn J

**

Sekian tulisan gue kali ini dan sampai berjumpa di tulisan gue yang selanjutnya :*


****